Pada setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan yang sarat akan nilai sejarah. Ketika tanggal tersebut pada 63 tahun silam, para pejuang kita bertempur mati-matian untuk melawan Belanda yang membonceng tentara sekutu di kota Surabaya. Saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan senjata khas pejuang bangsa Indonesia saat itu, bambu runcing. Namun, para pejuang kita tak pernah gentar untuk melawan penjajah. Kita akan selalu mengingat tokoh yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siaran melalui radio atau Ruslan Abdul Gani yang meninggal beberapa waktu lalu, adalah salah seorang pelaku sejarah waktu itu.

Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan, namun begitu terasa mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan! Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial belaka. Seolah-olah pahlawan rasanya tinggal menjadi kerangka sejarah yang segera dilupakan dan dibuang ke dalam selokan lahat yang gelap. Padahal ruh pahlawan harus senantiasa hidup sebagai pelecut kita untuk bangkit dari keterpurukan multidimensi saat ini. Dengan menghayati kepahlawanan para pejuang bangsa, kita dapat memperoleh nilai-nilai kepribadian berharga yang diperlukan bangsa kita saat ini. Nilai-nilai tersebut antara lain ialah pengorbanan, semangat untuk berprestasi, serta ketulusan dalam memberikan sesuatu dan sebagainya.

Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November. Akan tetapi, kepahlawanan tidak hanya berhenti di sana. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita saat ini dituntut untuk menjadi pahlawan. Dengan mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan , seharusnya kita bisa menjadi seorang pahlawan. Hal itu merupakan kewajiban bagi kita, agar apa yang diperjuangkan oleh pahlawan bangsa pada saat lalu tidak menjadi suatu hal yang sia-sia.
Seorang ilmuwan pun bisa menjadi pahlawan dalam bidangnya berkat penemuannya yang dapat menyejahterahkan orang banyak. Seorang petugas pemadam kebakaran yang tewas saat berjuang mematikan api yang sedang membakar rumah penduduk adalah pahlawan juga. Mahasiswa yang selalu berjuang keras untuk memperoleh prestasi yang terbaik dalam bidang akademis maupun organisasi juga merupakan pahlawan.

Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, walaupun hari pahlawan hanya terjadi pada stiap tanggal 10 November, tetapi kita seharusnya bisa mengamalkan setiap nilai-nilai kepahlawanan setiap hari dalam aktivitas yang kita lakukan. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri. Berusaha untuk menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah dalam setiap amanah yang dibebankan kepada kita. Minimal itu!